Dalami Talentamu sebagai sumber penghasilan

Apa arti talenta ?

Dalam KBBI arti talenta adalah : pembawaan seseorang sejak lahir; bakat

Talenta dapat berbentuk seperti : kemampuan memimpin, meyakinkan orang, membangun jaringan persahabatan, menulis, menggambar, acting, menyanyi, memasak, kreatif, berinovasi, melawak, dan banyak lagi yang lainnya.

Talenta tidak di beli dengan uang karena telenta merupakan Anugrah terbesar dari sang pencipta kepada setiap manusia.

Talenta/bakat Anda malah bisa menghasilkan uang jika Anda lebih mendalaminya.

Kita juga mengenal istilah : passion, hobby dan talent

Passion itu secara umum diartikan sebagai gairah dan hobby adalah kesukaan. Sedangkan talent atau bakat adalah suatu kondisi dimana menunjukkan potensi seseorang untuk mengembangkan kecakapan dalam suatu bidang tertentu. Talent hadir tanpa dilatih dan dapat berkembang dengan sendirinya .

Passion

Passion berasal dari bahasa Inggris yang berarti gairah dalam Bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gairah bermakna keinginan, hasrat atau keberanian yang kuat. Pada saat seseorang merasakan ‘Passion’ dalam diri, maka akan diiringi rasa ‘lapar’ yang terus menerus.

Hobi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hobi diartikan sebagai sebuah kesenangan istimewa yang dilakukan di waktu senggang. Bahkan KBBI pun menegaskan bahwa, hobi bukanlah pekerjaan yang utama. Ali Zaenal Abidin, Chief of Organizational Happiness Insight Out berpendapat sama. Menurut Ali, seseorang tak melakukan hobi untuk mencapai capaian tertentu. Jadi, benar-benar hanya untuk kesenangan semata saja.

Mungkin Anda memiliki hobi, kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan saat waktu senggang. Sebagian orang mungkin akan merasa beruntung, apabila bisa menjadikan hobi sebagai pekerjaannya. Sebab, ia akan melakukan hal yang menyenangkan setiap hari. Penghasilan dari hobi yang dilakukan merupakan bonus. Kadang kita merasa iri melihat seorang gamer yang menjalani profesinya sebagai game tester. Atau bahkan kita juga mengagumi teman yang jago mengutak-atik komputer, akhirnya menjadi seorang konsultan IT.

Ali Zaenal Abidin, Chief of Organizational Happiness Insight Out memberikan penjelasan bahwa hobi dan passion memang memiliki banyak kesamaan.

“KITA SENDIRI SENANG MELAKUKANNYA. JIKA MELAKUKAN PEKERJAAN DAN KEGIATAN YANG SESUAI DENGAN HOBI DAN PASSION, MAKA ENERGI TERASA TERUS BERTAMBAH DAN WAKTU PUN AKAN BERLALU SANGAT CEPAT,” KATANYA.

Jadi sebetulnya Anda tidak perlu iri saat melihat seseorang yang menjalankan profesi berdasarkan hobi. Sebab, Anda dan dia mungkin memang berbeda. Ada orang yang menemukan passion di dalam kegiatan hobinya. Tapi ada juga orang yang hanya merasa senang saat menjalankan hobi, akan tetapi bekerja di bidang yang lain.

Bagaimana menngenali talenta atau bakat itu ?

Setiap orang normal, diyakini, memiliki satu atau lebih bakatnya. Di antara beberapa bakat tersebut, terdapat satu atau dua yang menonjol. Bakat dimaksud merupakan potensi yang memiliki grade tertinggi dibanding talenta lainnya. Lalu, bagaimana menemukannya dalam diri sendiri atau orang lain?

ada cara mudah untuk mengenali bakat seseorang. Di antaranya dengan mengajukan pertanyaan: pekerjaan apa yang paling diminati, yang sering membuat lupa waktu saking asyiknya, yang membuat hati senang-gembira, yang keberhasilannya membuat kagum orang lain,  yang kendati pun misalnya tidak dibayar tetap setia mengerjakannya?

Pengujian sederhana terhadap talenta di atas akan segera memberi jawaban tentang apa atau di mana sesungguhnya bakat atau minat terbesar seseorang. Anda boleh test diri sendiri atau kawan terdekat. Asal terbuka dan bersedia menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur, maka jawabannya akan segera ditemukan: ada orang  memiliki minat besar di bidang olahraga, kesenian, atau bisnis dengan spesifikasi masing-masing.

Mengembangkan Bakat

Setelah bakat ditemukan, bagaimana mengembangkannya? Pertama, tetaplah berkomitmen pada niat untuk “mengencani” bakat Anda. Jangan mudah terkecoh dengan tawaran yang memberikan iming-iming imbalan uang atau lainnya. Fokuslah berkegiatan di bidang yang Anda minati itu. Bergembiralah di situ, nikmatilah prosesnya.

Kedua, dalami bidang pilihan Anda tersebut dengan sungguh-sungguh. Serius! Jangan sekadar menjalaninya, melainkan gali secara mendalam, eksplorasi kemampuan Anda. Bila perlu, ikuti pelatihan atau kursus yang berkesuaian. Asah terus pengetahuan atau keterampilan Anda.

Ketiga, bergaullah dengan orang-orang yang sudah sukses di bidang yang Anda pilih. Bertanya dan bergurulah kepada mereka. Tentu mereka akan bersedia menjawab pertanyaan Anda.

Keempat, hadapi setiap kesulitan dengan sabar. Kendati pun Anda sudah berada di ruang lingkup talenta, bukanlah berarti segala sesuatunya akan menjadi mudah secara otomatis. Ketika kesulitan sewaktu-waktu datang, tetaplah di ranah Anda, dan atasi. Melalui kesulitan demi kesulitan, maka Anda akan banyak belajar.

Kelima, tetap konsisten pada talenta Anda. Artinya, jangan berpaling dan teruslah berusaha mengembangkannya sampai keberhasilan demi keberhasilan bisa tercapai. Jangan lupa merayakan setiap keberhasilan tersebut

Keenam, untuk berkembang dengan speed yang lebih baik, jangan hanya bekerja sendiri. Libatkan orang lain untuk membantu Anda. Suatu keberhasilan baru bisa maksimal dicapai apabila ada kerjasama atau kolaborasi banyak pihak yang saling mendukung  dan menguatkan.

Sinergitas antarkomponen sangat penting. Hindari one man show.  Perkuat networking dengan berbagai pihak. Dan, jangan lupa untuk selalu peduli terhadap lingkungan sekitar.

Orang menyebut talenta identik dengan bakat, passion, minat terbesar, dan lainnya. Inti maknanya sama saja, tapi mungkin ada juga sedikit bedanya, tipis-tipis. Tak peduli apa pun sebutannya, talenta dimaksudkan sebagai potensi genetis yang dibawa sejak lahir yang butuh dikembangkan.

Pengembangan talenta mutlak perlu melalui lingkungan, pendidikan, dan kondisi yang berkesesuaian. Jika tak dikembangkan, talenta tidak akan berarti apa-apa. Ia hanya akan menjadi sekadar potensi terpendam. Percumalah seseorang memiliki talenta tertentu namun tidak dikembangkan lebih jauh untuk menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi kehidupan.

Selamat menemukan talenta dan mengembangkannya hingga berhasil.

(I Ketut Suweca, 9 Januari 2019). kompasiana.com dan berbagai sumber lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *